MENJAWAB SEMUA SOLUSI DALAM MENGGAPAI CITA-CITA ANDA

Jumat, 29 Juni 2012

Pengumuman Ujian Peserta Didik PKBM Cemerlang

PENGUMUMAN



01.28 / PKBM CEMERLANG / VI.2012 DI UMUMKAN KEPADA SEMUA PESERTA DIDIK PROGRAM PAKET A, PAKET B, DAN PAKET C. YANG MENGIKUTI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012 UNTUK BERKUMPUL DI SEKOLAH, GUNA DIBERIKAN PENGARAHAN OLEH KEPALA SEKOLAH PADA TANGGAL HARI KAMIS 29 / JUNI / 2012 SAMPAI DENGAN TANGGAL JUM'AT 6 / JULI / 2012.








Desember, 28 / Juni / 2012

Kepala Pegelola

TTD

ANAK AGUNG OKA SUAMBA


Share:

Senin, 25 Juni 2012

18 Ribu Peserta Ikut Ujian Paket C

KUPANG, Timex-Kepala Sub Dinas Bina Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, Marthen Luther Dira Tome menyebutkan ada 18 ribu lebih peserta yang mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C (setara SMA) di seluruh kabupaten/kota di NTT kemarin.11.323 orang berasal dari siswa SMA yang tidak lulus saat mengikuti ujian nasional beberapa waktu lalu. "Jadi ada tujuh ribu orang dari peserta reguler paket C yang mengikuti ujian kemarin," jelas Luther kemarin.

Secara umum Luther mengakui pelaksanaan UN yang dilakukan secara serentak di seluruh NTT tidak ditemui adanya kendala berarti."Sejauh ini pelaksanaan UNPK berlangsung aman dan tak ada kendala," katanya.

Luther menjelaskan Pemprov NTT melalui Dinas P dan K berkomitmen untuk menyukseskan proses yang ada. Karena itu pihaknya berusaha sekuat tenaga agar tidak ada yang menjadi korban.

Walau begitu Luther tak bisa menampik adanya kendala pendistribuan soal ke Pulau sabu akibat adanya pembatalan semua armada pelayaran karena cuaca buruk. Untuk mengatasi kendala yang ada, pihaknya dibantu pihak Korem 161/WS dengan menyediakan satu buah helikopter untuk mendistribusi naskah ke Sabu.

"Pukul 11.00 Wita kemarin, seluruh naskah untuk Sabu telah terdistribusi dengan baik. Karena itu masyarakat di Sabu sangat berterima kasih kepada Korem 161/WS yang telah berandil membantu distribusi naskah ujian dengan menggunakan helikopter,"kata Luther mengutip warga Sabu.

Khusus untuk Kota Kupang UNPK diikuti sebanyak 2.714 warga. 1.266 orang berasal dari warga belajar paket C reguler sedangkan 1.448 orang berasal dari sekolah formal.
Kasubdin PLS Dinas Pendidikan Kota Kupang Sinun Petrus Manuk kepada Koran ini ketika melakukan pemantauan di SMAN I Kupang, kemarin menjelaskan UNPK ini akan berlangsung hingga 27 juni mendatang.

Khusus untuk Kota Kupang, pemerintah sebagai fasilitator, menyediakan sejumlah lokasi ujian. Diataranya SMAN 2, SMA Efata dan SMA Muhammadiyah di Kelurahan Kelapa Lima, SMK Sint Carolus, SMAN 4, SMA Ki Hajar Dewantoro, SMA Sudirman, SMA Teladan, SMA Kristen dan SMAN 7 di Kecamatan Maulafa, SMA PGRI, SMK Karya, SMAN 5, SMAN 3 Mapoli, SD I Mapoli, SMKN I, SMK Beringin dan SMAN 1 di Kecamatan Oebobo, serta MAN dan SMAN 8 di Kecamatan Alak.

Selain itu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga menyelenggarakan UNPK Paket C yakni tiga PKBM di Kecamatan Kelapa Lima, empat PKBM di Kecamatan Maulafa, enam PKBM di Kecamatan Oebobo serta dua PKBM di kecamatan Alak.

Mengenai penyelenggaraan UNPK Paket B (setara SMP), pihaknya sudah menerbitkan edaran ditujukan ke seluruh sekolah di Kota Kupang untuk mengakomodir pendaftaran siswa yang tak lulus SMP untuk mengikuti UNPK Paket B, awal Juli nanti.

"Pendaftaran tetap kita buka hingga Rabu sore. Persyaratannya harus ada keterangan tidak lulus dari sekolah asal siswa, kemudian datanya dilaporkan ke sekolah, barulah diserahkan ke pihak penyelenggara (Subdin PLS) untuk diikutkan dalam ujian. Mereka akan didistribusikan ke PKBM yang ada," jelas Manuk.

Di TTS 1.025 Orang Ikut Ujian Paket C

Dari Kabupaten Timor Tengah Selatan dilaporkan sebanyak 1.025 orang mengikuti ujian paket C yang tersebar pada 15 kecamatan. 136 orang merupakan peserta pindah jalur (siswa SMA tak lulus UN). Sedangkan 889 orang merupakan peserta murni dari pendidikan non formal paet C.

Kasubdin PLS Dinas P dan K TTS, Yesaya Y Boymau saat memantau pelaksanaan UNPK si SoE kemarin menjelaskan ujian Paket C tahun ini didukung biaya murni dari dana Dekon.
Pelaksanaan ujian dipantau langsung tim dari Inspektorat Jenderal Depdiknas pusat diataranya, Bermansyah dan Agus Setiadi. Laporan hasil pemantauan kata mereka dilaporkan langsung ke Mendiknas.

Pemantauan juga bertujuan meminimalisir terjadinya berbagai penyimpangan dilapangan.
"Tim melakukan pemantauan bertujuan meminimalisir dugaan terjadinya berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan ujian Paket C," jelas Agus Setiadi.

Pantauan Timor Express disekertariat PLS kemarin, banyak peserta menyerbu panitia pendaftaran peserta ujian Paket B. Termasuk kepala SMP Hetven Oekamusa, Simon Lada yang kelulusan sekolahnya nol persen. Simon mendaftarkan 33 siswanya yang tidak lulus UN untuk mengikuti ujian melalui jalur non formal Paket B tanggal 1 hingga 3 Juli mendatang.

Simon mengaku sangat terpukul dengan persentase kelulusan sekolahnya yang nol persen. Simon yang baru dua bulan menjabat kepala sekolah mengatakan, buruknya persentase kelulusan tahun ini disebabkan berbagai faktor.

Diantaranya, kurang disipilin siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sehingga daya serap mata pelajaran yang diberikan sangat minim. Apa lagi siswa kelas III selama ini masuk sekolah siang. Selain itu, meskipun ada les tambahan, siswa malas ikut les.

Untuk diketahui, SMP Hetven Oekamusa saat pelaksanaan ujian nasional merupakan sekolah titipan pada SMPN 2 SoE. Pihaknya meminta tahun depan agar hasil foto copy lembaran jawaban siswa mereka diserahkan kepada guru-guru agar dijadikan pembanding dengan kemampuan siswanya. Hal itu dimaksudkan agar tidak timbul berbagai kecurigaan.

Demi mengakomodir peserta yang tidak lulus UN tingat SMPdi TTS, pihak PLS memperpanjang masa pendaftaran hingga hari pukul 24.00 hari ini.(boy/r5)

sumber; http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=24052
Share:

Jumat, 22 Juni 2012

Daftar PKBM Penyelenggara Kejar Paket C di Denpasar

Berikut daftar-daftar PKBM penyelenggara kejar paket C :
1. PKBM Niti Mandala Club
2. PKBM Ganesha
3. PKBM Dharma Jati II
4. UPT SKB Kota Denpasar
5. UPT BPKB Bali
6. PKBM Berkat Bagi Bali
7. PKBM Ki Hajar Dewantara
8. PKBM Cemerlang
9. PKBM Widya Sastra
10. Dharmawangsa
11. PKBM Gita Mulia
12. PKBM AGung
13. PKBM Tunas Bangsa
14. PKBM Widya Bakti

Demikian informasinya.

Terima kasih

Share:

Pendidikan Non Formal & Informal di Hadapkan Pada Persoalan Yang Dilimatis

Karena Pendidikan Nonformal dan informal dihadapkan pada keterbatasan, dilihat dari aspek sarana, fasilitas, Tutor juga aspek pengelola atau manajemen. Untuk lebih meningkatkan peran Pendidikan Nonformal dan informal, Pemerintah terus berupaya membenahi kekurangan yang ada seperti, pemenuhan modul – modul kesetaraan, peningkatan mutu para Tutor serta melaksanakan ‘ Pendidikan dan pelatihan bagi pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM )’, seperti yang dilakukan saat ini oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ( Disdikpora ) Provinsi Bali.

Secara resmi  Pendidikan dan pelatihan bagi pengelola PKBM se Bali, di buka oleh Kepala Bidang Kepemudaan, Drs. A.A. Made Sudarsana, M.Si, mewakili KaDisdikpora Provinsi Bali, Kamis, 19 April 2012, betempat di Aula UPT BPKB Bali. KaDisdikpora dalam sambutannya yang dibacakan oleh KaBidang Kepemudaan menyatakan, PKBM sampai saat ini masih menjadi lembaga yang sangat di buthkan masyarakat, karena menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat untuk meningkaykan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam meningkatkan taraf hidupnya. Oleh karena itu PKBM harus terus berbenah diri, dan kesempatan Pendidikan dan Pelatihan seperti ini dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk meningkatkan kompetensinya harap KaDisdikpora.   
Kasi Kesetaraan Bidang PNFI Disdikpora Provinsi Bali, Dra. Ni Komang Artini selaku panitia melaporkan, tujuan dilaksanakannya Pendidikan dan pelatihan bagi pengelola PKBM adalah untuk meningkatkan Kompetensi pengelola PKBM dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pengelola PKBM. Peserta berjumlah 80 orang pengelola PKBM seluruh Bali, dengan Fasiltator 9 orang dari Disdikpora dan UPT BPKB Provinsi Bali. Kegiatan berlangsung dari tanggal 19 s.d 23 April 2012 bertempat di UPT BPKB Provinsi Bali. ( PH // Man Pugra )


Share:

Senin, 18 Juni 2012

14 Negara Asia Pasifik Ikuti Seminar Internasional tentang PKBM

PKBM menawarkan beragam layanan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kesetaraan, pendidikan keaksaraan, pendidikan pemberdayaan perempuan dan pendidikan kecakapan hidup. Semua layanan itu terbentuk dari, oleh dan untuk masyarakat, di bawah jejaring kemitraan dengan berbagai pihak terkait.
Seiring itu, banyak masyarakat yang berinvestasi, dan tidak jarang merelakan asetnya, berupa lahan, tenaga pikiran dan anggaran untuk membangun dan menyediakan pendidikan nonformal di PKBM.
Ella menjelaskan, tepat satu tahun lalu, UNESCO Jakarta yang diwakili Anwar Al-Said, melakukan kerja sama dengan Ketua Forum PKBM Buhai Simanjuntak dan Direktorat Pendidikan Masyarakat (Dikmas) untuk menyelenggarakan workshop Internasional di Makasar, Sulawesi Selatan.
Sejumlah peserta, seperti dari Korea, Filipina, dan Malaysia, ikut hadir pada seminar yang diinisiasi forum PKBM itu. Tema seminar: Memaksimalkan Peran PKBM Terhadap Penurunan Kemiskinan, Peningkatan Pembelajaran Sepanjang Hayat dan Promosi Pembangunan yang Berkelanjutan.
Sedangkan subtema yang diambil adalah Mencari Jejaring International yang Efektif Antar Negara. Kegiatan tersebut dihadiri Forum PKBM Indonesia, Kemdikbud, UNESCO, dan beberapa lembaga international dari Filipina, Indonesia, Jepang, Korsel, Thailand, dan Timor Leste.
Tujuan dari Workshop untuk berbagi pengalaman dalam hal promosi, dukungan, dan pengembangan PKBM serta untuk memperkaya pengetahuan akan bagaimana PKBM dapat berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan, peningkatan pembelajaran sepanjang hayat, peningkatan pembangunan berkelanjutan.
Pada akhir workshop disepakati bersama Deklarasi Makassar tentang pembentukan Forum PKBM International dimana ketuanya dari Indonesia, yaitu Bohai Simanjuntak. Sedangkan sekretarisnya dari Korea Selatan.
“Kemdikbud memandang perlu untuk menindaklanjuti dan melanjutkan insiatif workshop tersebut dengan cara menyelenggarakan Seminar International PKBM tentang Revitalisasi PKBM. Kami harapkan PKBM bisa menjadi lebih besar lagi,” kata Ella.
Seminar ini memberikan kesempatan berbagi informasi, bertukar pikiran, dan pengalaman terbaik antar para peserta yang difasilitasi oleh para ahli PKBM, antara lain dari Jepang yang sudah berpengalaman dengan ‘Komunikan’-nya.
Tujuan seminar pertama, meningkatkan akses, kualitas dan partisipasi masyarakat serta kemitraan dan kepemilikan dari PKBM. Kedua, berbagi pengalaman-pengalaman sukses PKBM antar negara. Ketiga, memformulasikan rencana aksi untuk meningkatkan kerjaswama antar PKBM pada level internasional. Keempat, mempromosikan kerangka hukum PKBM yang lebih kuat untuk PKBM di masing-masing negara yang hadir.
Bertindak sebagai Keynote Speaker adalah Dirjen Paudni yang menyampaikan tentang kebijakan dan Revitalisasi PKBM. Dibahas pula berbagai pengalaman pelaksanaan PKBM dari UNESCO Dhaka oleh Mr Kiichi Oyasu, dari National Institute for Educational Research Jepang, Prof Dr Sasai Hiromi dan dari Tsukuba University Jepang, Prof Dr Teuchi, serta beberapa narasumber lain dari Indonesia.
Penyajian pengalaman dari masing-masing negara merupakan sumber yang sangat berharga bagi peserta untuk memperoleh hasil yang diharapkan, yaitu terwujudnya kriteria pweningkatan mutu PKBM, rencana aksi untuk Revitalisasi PKBM, dan kriteria kebertahanan PKBM.
Pada kesempatan ini para peserta pun akan mengamati dan mempelajari pelaksanaan PKBM di Indonesia dengan mengunjungi PKBM Negeri 26 dan TBM di Jakarta. Didiskusikan pula isu kesetaraan dan keunggulan PKBM, meningkatkan mutu jejaring dan kepemilikan serta dampak PKBM terhadap masyarakat luas.
“Isu tentang keberlangsungan program PKBM diharapkan dapat dijawab dalam diskusi kelompok pada seminar yang diikuti oleh sejumlah negara ini. Pada akhir kegiatan, tentunya kami mengundang para peserta untuk mengunjungi Museum Nasional dan tur ke tempat lainnya di Jakarta, karena pendidikan sudah disatukan dengan kebudayaan.(dry)

Diambil dari : http://infopublik.kominfo.go.id/
Share: